Minggu, 21 April 2013

PREPLANING DAN SAP PENYULUHAN MOTIVASI BERORGANISASI

PREPLANING PENYULUHAN
MOTIVASI BERORGANISASI


A.                LATAR BELAKANG
            Didalam  lingkungan komunitas masyarakat, kelompok dan individu di perlukan suatu perkumpulan untuk bisa saling mendapatkan informasi maupun bertukar pikiran . salah satunya dengan mengikuti kegiatan ber organisasi yang bisa meningkatkan ilmu dan juga bersosialisasi dengan menciptakan pribadi yang disiplin.
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih menurut chester I. Bernard.
Secara sederhana, organisasi dapat dinyatakan sebagai perpaduan dari beberapa rangkaian kerja sama untuk mencapai tujuan, oleh karena itu organisasi yang baik adalah organisasi yang dapat menciptakan sistem kerja sama dalam pencapaian tujuan. Namun dalam mengembangkan kemampuan sikap mental dalam berorganisasi, harus memiliki potensi serta motivasi yang kuat. Dalam proses berorganisasi dibutuhkan  sumber daya manusia dengan tekad yang keras dalam meningkatkan motivasinya agar bisa melakukan dan memberikan yang terbaik distruktur organisasi yang dijalaninya.
        Dengan latar belakang itulah pokja Remaja merasa perlu mengadakan penyuluhan tentang motivasi berorganisasi terhadap remaja di Desa Gogodalem Kecamatan Bringin Kab. Semarang

  1. TUJUAN
        1.       Tujuan umum
                                    Remaja mempunyai semangat untuk berorganisai dengan baik.
2.            Tujuan khusus
a.             remaja mengerti tentang motivasi berorganisasi
b.           remaja mengetahui arti dan keuntungan berorganisasi
c.            remaja mengutahui sikap yang baik dalam berorganisasi

  1. SASARAN
 Sasaran adalah remaja di Desa Gogodalem Kecamatan Bringin Kab. Semarang

  1. STRATEGI PELAKSANAN
a.       Metode                                  : Penyuluhan dan diskusi interaktif
b.      Media                                    : leaflet dan powerpoint
c.       Waktu                                    : 30 menit
d.      Tempat                                   : Rumah Bapak H. Pardi Dusun Gotim
e.       Strategi pelaksanan                :
  a. Persiapan
1)      Diskusi persiapan acara
2)      Koordinasi dengan ketua remaja dusun Gogodalem Timur
3)      Persiapan sarana dan prasarana
4)      Persiapan materi
        b. Pelaksanaan
    Susunan acara
a.       Salam perkenalan mahasiswa
b.      Penyampaian materi
c.       Diskusi interaktif

  1. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi struktur
           a. Telah terkoordinasi antara pokja dan ketua remaja
           b. Susuna acara telah matang.
           c. Ketersediaan alat yang menunjang
           d. Materi penyuluhan tersedia

      2. Evaluasi proses
              a. Semua remaja Dusun Gogodalem Timur
              b. Pokja remaja dan remaja hadir
              c. Semua remaja antusias dan berespon secara aktif

      3. Evaluasi hasil
                     Para remaja menyepakati untuk lebih semangat dalam berorganisasi


























SATUAN ACARA PENGAJARAN

       Pokok Bahasan                              : Pentingnya Motivasi Berorganisasi
       Sub Pokok Bahasan                       : Motivasi Berorganisasi
       Waktu                                            : Tanggal 16 Februari 2013
       Tempat                                           : Rumah Bapak H. Pardi Dusun Gotim

A.  TUJUAN
1.         Tujuan Instruksional Umum
Remaja mempunyai semangat untuk berorganisai dengan baik.
2.         Tujuan Instruksional Khusus
a.       Remaja mengerti tentang motivasi berorganisasi
b.      Remaja mengetahui arti dan keuntungan berorganisasi
c.       Remaja mengutahui sikap yang baik dalam berorganisasi

B.   METODE PELAKSANAAN
1.         Ceramah
2.         Tanya jawab dan diskusi
3.         kegiatan penyuluhan

C.  KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
No
Tahapan
Waktu
Kegiatan
Media
1





2




3.

Pembukaan





Pelaksanaan




Penutup





10 menit





20 menit




10 menit
Perkenalan
Penyampaian materi
Motivasi Berorganisasi



Penyampaian materi
Definisi Motivasi
Keuntungan dan kerugian Berorganisasi

Memberikan kesempatan kepada remaja untuk menanyakan materi yang dijelaskan
Mengklarifikasi kembali materi

Leaflet
Power Point
Pengeras suara


  1. METODE
     Metode yang digunakan adalah ceramah disusul dengan diskusi tanya jawab seputar materi

  1. EVALUASI
a.                Standar persiapan
                         Persiapan alat LCD, pengeras suara dan laptop. Materi disiapkan oleh Pokja remaja
b.               Standar Proses
                          Proses penyuluhan dilaksanakan dengan ceramah terlebih dahulu, Komunikasi dua arah dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Remaja diminta memberikan tanggapan tentang materi yang telah diberikan.
c.                Standar Hasil
                          Remaja merespon terhadap materi yang telah diberikan. Remaja mengerti tentang motivasi berorganisasi, dan remaja mempunyai komitmen untuk lebih semangat dalam berorganisasi.




  1. DAFTAR PUSTAKA
Sahaja, Lentera. Panduan Konseling Seksualitas Remaja, PKBI. Yogyakarta, 2000




























MATERI

MOTIVASI BERORGANISASI

Motivasi diartikan sebagai suatu dorongan yang timbul dari diri seseorang untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan. Dorongan tersebut dapat timbul pada seseorang, baik atas pengaruh atau rangsangan dari luar maupun rangsangan dari dalam. Sehingga bila melakukan sesuatu hal, aka nada tanggung jawab yang terbentuk pada diri seseorang tersebut.
Dengan demikian, jika seseorang tidak memiliki suatu motivasi dalam melakukan pekerjaan akan sangat tidak berpengaruh pada apa yang akan dilakukanya, karena dari diri orang tersebut tidak  mempunyai dorongan. apabila seseorang sudah mempunyai motivasi  yang kuat dalam menjalankan struktur organisasinya, akan mendapatkan hasil yang maksimal dari pekerjaannya tersebut.Motivasi sebagai proses psikologis timbul diakibatkan oleh faktor di dalam diri seseorang itu sendiri yang disebut intrinsik atau faktor di luar diri yang disebut faktor extrinsik.
Struktur organisasi pada hakekatnya merupakan penegasan akan susunan kerangka yang menunjukkan saling hubungan atau tata kerja antara bagian-bagian atau sub bagian yang ada dalam suatu unit kerja, sehingga setiap bagian atau sub bagian mengetahui secara jelas apa yang menjadi bidang tugas, kewenangan dan tanggung jawabnya. Demikian pula kepada siapa bagian mempertanggung jawabkan aktivitas yang dilakukannya. Tata hubungan kerja sama ini biasanya dibuat dalam bentuk bagan.
Organisasi
a.         Menurut Stoner
 Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
b.         Menurut James D. Mooey
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.
1.      .      Struktur Organisasi
Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa.
2.      .      Motivasi
Motivasi adalah proses pemberian motif (penggerak) kepada karyawan/pegawai untuk dapat bekerja sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi secara efisien dan efektif tercapai. Dengan memberikan motivasi tidak berarti dapat menggantikan kedudukan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengendalian, tetapi saling mengisi. Oleh Wahjosumidjo (1987:174) menjelaskan bahwa motivasi merupakan suatu proses psikologis yang mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi oraganisasi :
I. Tujuan
                                                   
Visi, misi dan tujuan yang jelas akan membantu suatu organisasi dalam bekerjasama. Namun hal tersebut belum cukup jika visi., misi dan tujuan yang ditetapkan tidak sejalan dengan kebutuhan dan tujuan para anggota.

II. Tantangan

Manusia dikarunia mekanisme pertahanan diri yang di sebut “fight atau flight syndrome”. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri manusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator.

Namun demikian tidak semua pekerjaan selalu menghadirkan tantangan. Sebuah organisasi tidak selamanya akan menghadapi suatu tantangan. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya memberikan suatu tugas atau pekerjaan yang menantang dalam interval. Salah satu criteria yang dapat dipakai sebagai acuan apakah suatu tugas memiliki tantangan adalah tingkat kesulitan dari tugas tersebut. Jika terlalu sulit, mungkin dapat dianggap sebagai hal yang mustahil dilaksanakan, maka team bisa saja menyerah sebelum mulai mengerjakannya. Sebaliknya, jika terlalu mudah maka team juga akan malas untuk mengerjakannya karena dianggap tidak akan menimbulkan kebanggaan bagi yang melakukannya.

III. Keakraban

Team yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akraban satu sama lain, setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota team saling menyukai dan berusaha keras untuk mengembangankan dan memelihara hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya keterbukaan dan komunikasi langsung serta dukungan antara sesama anggota organisasi.

IV. Tanggungjawab

Secara umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu tanggungjawab. Tanggungjawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan. Suatu organisasi yang diberi tanggungjawab dan otoritas yang proporsional cenderung akan memiliki motivasi kerjasama yang tinggi.



V. Budaya

Setiap orang akan melakukan banyak cara untuk dapat mengembangkan diri, mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Jika dalam sebuah organisasi setiap anggota merasa bahwa organisasi tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk melakukan hal-hal tersebut di atas maka akan tercipta motivasi dan komitment yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga diri. Kebiasaan-kebiasaan seseorang didalam organisasi pun dapat mempengaruhi kelakuan seseorang untuk mendapatkan motivasi. Norma-norma yang baik ada didalam organisasi juga bisa mempengaruhi seseorang untuk lebih baik dan lebih maju.

VI. Kepemimpinan

Tidak dapat dipungkiri bahwa leadership merupakan faktor yang berperan penting dalam mendapatkan komitment dari anggota suatu organisasi. Leader berperan dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi team-nya untuk bekerja dengan tenang dan harmonis.













LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN PENYULUHAN
TENTANG MOTIVASI BERORGANISASI
DI DUSUN GOGODALEM TIMUR  DESA GOGODALEM
KECAMATAN BRINGIN, KABUPATEN SEMARANG

Hari/tanggal                : Sabtu, 16 Februari 2013
Waktu                                     : 19.00 wib
Tempat                        : 
Rumah Bapak H. Pardi
Acara                           :  Penyuluhan tentang Motivasi Berorganisasi

A.      PELAKSANAAN
1. Pembukaan
Mengucap salam, menyampaikan maksud tujuan serta memperkenalkan diri.
2. Penyampai materi
1.      M. David Nugroho
2.      Isna Mustati’ah
3. Penutup
Acara ditutup dengan salam

B.       EVALUASI
1.    Evaluasi Struktur
a.         Sudah terbentuk pre planning pendidikan/penyuluhan tentang motivasi berorganisasi
b.         Tempat dan alat sudah disiapkan, power point, leaflet.
2.    Evaluasi proses
c.         Pada saat melakukan pendidikan/penyuluhan tentang motivasi berorganisasi
, diharapkan para peserta atau remaja dapat menyimak dengan baik serta aktif bertanya tentang materi yang diberikan.



C.      EVALUASI HASIL
Setelah melakukan pendidikan/penyuluhan tentnag motivasi berorganisasi, diharapkan para remaja atau peserta dapat menerti dan mampu menjawab semua pertanyaan evaluasi dari penyuluh.

D.      LAMPIRAN
Daftar Hadir (Terlampir)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERAWAT Malaikat Tak Bersayap

apakabar sahabat ikhlasku hari ini, saya belajar dari porfesi yang sangat mulia. PERAWAT   saya tahu diantara dari mereka memilih pro...